Lawang Sewu Sprint Contest VI : rejuvenate

Bulan November seperti biasanya, ORARI Lokal Semarang dan memang sudah menjadi agenda rutin menyelenggarakan kegiatan kontes nasional di band 40M untuk moda phone/SSB.

Alhamdulillah, dengan plus-minus, sesuatu yang wajar di dalam sebuah penyelenggaraan, kontes ini sudah memasuki usia yang ke-enam. Sudah lepas dari masa balita, dan kita pun berharap bahwa kontes ini, seperti dimaksud dalam tujuan pelaksanaan semoga bisa memberikan wahana untuk melatih keterampilan dalam hal kontesting dan mengenalkan sebuah landmark yang tidak mudah dilepaskan dari kota Semarang: Lawang Sewu.

Tetap dengan mengambil pola Sprint contest (yang mengacu kepada kontes internasional EU Sprint maupun AP Sprint) diharapkan LSSC-VI dapat memberikan nuansa yang lain, khas dan unik dibandingkan kontes nasional lain yang pernah ada.

Untuk mengunduh juklak silakan unduh tautan di sini.

Ditunggu partisipasi aktif rekan-rekan amatir radio di seluruh Indonesia. Kami tunggu pada tanggal 1 November 2014 cukup 3 jam saja!

Advertisements

LawangSewu Sprint Contest V 2013………..we’ll back

Tahun ini, 2013 Insya Allah di bulan November, tepatnya 2 November 2013, Lawang Sewu Sprint Contest akan kembali ke seri yang ke-6; artinya Lawang Sewu Sprint contest telah menginjak kurang lebih 6 tahun di dalam pelaksanannya.

Berbeda dengan seri kontes sebelumnya, kontes seri ke-6 kembali dalam format sprint, mengadopsi All Asia Sprint Contest atau EU Sprint contest. Mungkin para amatir radio yang seneng kontes pernah merasakan nuansa kontes ini pada seri yang ke-4. Secara umum contest rule-nya sama.

Namun apakah perbedaannya dibandingkan dengan kontes seri yang sebelumnya?

  1. Kontes hanya berlangsung pada single band 40m dan berdurasi 3 (tiga) jam saja.  Mohon diperhatikan alokasi bandplan untuk voice/ssb.
  2. Untuk pertukaran dibedakan antara panitia dengan peserta; QSO dengan panitia akan memberikan perolehan 2 multiplier;  disarankan untuk ‘memburu’ panitia yang ikut kontes.
  3. Hadiah pemenang terdiri atas 3 posisi juara; dan nampakny panitia kali ini menyediakan hadiah yang relatif ada peningkatan di banding perioda sebelumnya.
  4. Pengiriman log dapat dilakukan dengan dua cara : pengiriman via pos tercatat atau via email. Dan tentu saja tidak perlu disertai dengan materai atau perangko; cukup kirimkan log dengan disertai fotocopy IAR atau scan IAR kalau Anda mengirimkan log via email.
  5. QSO sah dengan anggota panitia akan mendapatkan multiplier=2, sehingga perolehan score dapat ditingkatkan; score=point QSO x Multiplier.

Untuk juklak/contest rule silakan download pada halaman download.  Mohon partisipasi aktif rekan-rekan kontester untuk mempublikasikan kontes ini dan partisipasi mengikuti kontes sangat dinantikan.

Pengin merasakan kontes di 40m dengan rasa yang berbeda? Ayo ikutan Lawang Sewu Sprint Contest yang ke-6.

See you on the band! GL es 73

foto LawangSewu cortesy to DafamHotels.

Lawang Sewu Contest 2012

Alhamdulillah, akhirnya dengan berkat Tuhan Yang Maha Esa, tahun ini 2012 ORARI Lokal Semarang berencana kembali untuk menyelenggarakan kegiatan seri Lawang Sewu (Sprint) Contest.

Kepanitiaan telah terbentuk dan Insya Allah kegiatan akan dilangsungkan pada minggu kedua Juni, tanggal 9-10 Juni 2012 dari jam 12.00-22.00 UTC. Berbeda dengan kegiatan tahun lalu, kali ini aturan main atau juklak kembali ke bentuk ‘klasik’ tanpa mengedepankan ciri khas sprint. Contest rule dibuat semacam QSO Party Contest dengan cukup memberikan report RS+Nomor urut. Untuk penggunaan band frekuensi hanya pada single band 80m dan untuk operator hanya Single Operator;  dengan tujuan untuk lebih menyederhanakan aturan main dan mendorong minat kontester-kontester baru.

Diketuai oleh YC2BFT, panitia berharap partisipasi aktif dari rekan-rekan di seluruh nusantara yang senang atau mau mencoba merasakan kegiatan kontes di band 80m.

Untuk juklak dapat di-download di sini.

See you on the Lawang Sewu Contest dan good luck.

 

LSSC-IV : Final Result

Alhamdulillah dengan syukur kepada Tuhan YME, akhirnya selesai sudah kewajiban panitia untuk memproses seluruh log yang telah dikirimkan ke panitia.

Dibandingkan dengan pelaksanaan LSSC-III tahun yang lalu memang terjadi penurunan dari jumlah log yang dikirimkan. Panitia sampai dengan batas tanggal yang telah ditetapkan telah menerima sebanyak 60 log. Beberapa peserta sampai dengan batas waktu tidak mengirimkan log sehingga diputuskan oleh panitia masuk pada kategori NIL (sehingga mengurangi perolehan nilai peserta yang lain).

Mengacu pada kontes internasional, rekapitulasi hasil kontes disertakan pula perhitungan UBN report yang terdiri atas Unique, Break/Bad, dan NIL (Not In the Log). Unique mengandung pengertian bahwa callsign yang dicatat adalah callsign unik, tunggal dan hanya dicatat/log oleh satu peserta. Kategori Bad/Break adalah pencatatan/log atas callsign yang salah, baik dari prefix, number ataupun suffix. Sedangkan kategori NIL adalah hasil verifikasi silang antar log yang diterima. NIL pada kontes LSSC-IV ini lebih banyak pada log yang tidak dikirimkan.

Kalau dilihat dari prosentase antara claim score (perhitungan mandiri dari peserta) dibandingkan dengan score akhir (oleh panitia) terlihat  kurang dari 100%, pencapaian tertinggi (lk. 90%) dicapai oleh YD0OYE dan YF4KGK. Dari hasil ini panitia tidak mengeluarkan kategori Golden Logs.

Terlihat pula bahwa dari beberapa peserta mampu untuk logging dengan tepat dari nilai BAD/Break yang mencapai Nol, dan kalau dilihat dari karakteristik-nya adalah rekan-rekan peserta yang aktif di dalam kegiatan kontes, kegiatan Net ataupun kegiatan Ragchew.

Hasil akhir dapat disebutkan sebagai berikut :

  1. Juara Pertama, YB9BXY, I Dewa Ketut Sayang, Score : 77
  2. Juara Kedua, YB7BAE, Suharso, Score : 67
  3. Juara Ketiga, YB1BGI, Syarief Hidayat, Score : 66

Untuk hasil selengkapnya dapat diunduh pada file-file berikut :

  1. Surat Keputusan Pemenang
  2. Rekapitulasi Hasil Akhir LSSC-IV

Selamat kepada pemenang dan Selamat pula untuk seluruh peserta. Kami mohon maaf apabila di dalam penyelenggaraan 4th Lawang Sewu Sprint Contest ada hal-hal yang kurang berkenan. Selalu kami nantikan dukungan dan partisipasi aktif seluruh kontester di Indonesia untuk pelaksanaan LSSC di tahun-tahun mendatang.

Sampai jumpa pada pelaksanaan 5th Lawang Sewu Sprint Contest 2011.

LSSC-IV: the party is over…

“selamat buat para panitia LSSC-IV2010…
suasana kontes yg berbeda menjalin kerjasama dan keakraban sesama contester…
pokoknya seru deh, bener2 kayak lari estafet di gelora senayan deh….”

“Lawang Sewu Sprint Contest IV memberi suasana lain dalam contest di Indonesia. Peserta harus “lari2” di satu frek ke frek lain. Pengalaman yang dapat diperoleh, performansi antena sangat pengaruh untuk
mengikuti lomba LSSC disamping propagasi tentunya
PF untuk panitia LSSC IV 2010.”

Demikian, beberapa komentar yang di-post di mailing list ORARI-news menanggapi pelaksanaan LSSC-IV. Alhamdulillah, akhirnya format baru LSSC-IV dapat diterima dengan baik oleh amatir radio peserta LSSC-IV.

Tentu saja ada beberapa masukan yang sangat berharga dari pengamatan awal hingga pelaksanaan LSSC-IV di lapangan. Dan itu menjadi masukan yang sangat berharga untuk pelaksanaan LSSC yang berikutnya. Dan kami yakin bahwa LSSC tidak hanya berhenti pada LSSC-IV, tentu masih ada LSSC-V, LSSV-VI dst…. dan tentunya dengan dukungan penuh seluruh amatir radio se-Nusantara.

Pesta telah usai, namun bagi panitia kerja sebenarnya barulah dimulai.

Sekali lagi terima kasih atas partisipasi aktif rekan-rekan amatir radio se-Nusantara yang telah berpartisipasi aktif, meneruskan juklak, dan mengikuti LSSC-IV, kami selanjutnya menunggu kiriman log dari rekan-rekan semua.

 

Lawang Sewu Sprint Contest IV : a little trick

Beberapa kali mengikuti sprint contest; AP Sprint dan EU Sprint memberikan pengalaman bahwa aktifitas logging dan QSY-ing yang cepat akan sangat membantu di dalam mencapai hasil yang maksimal (minimal manfaat yang diperoleh adalah kemudahan logging). Beberapa trik yang dapat dipergunakan (Anda bisa lebih explore lagi ) antara lain :

  1. Pergunakan NAMA yang sederhana/simple, pendek namun mudah untuk dimengerti hingga tidak perlu spelling di udara. Nama ‘JON’ sendiri bisa sederhana namun orang bisa menginterpretasikan dengan ‘JOHN’. ‘Andi’ bisa juga ditulis dengan ‘ANDY’.
  2. Pergunakan logger elektronis: N1MM sebagai contoh tersedia secara gratis di internet (woi…..sekarang jaman internet murah lho) dan selalu update. Pergunakan saja modul kontes AP Sprint SSB atau EU Sprint SSB.
    Dengan menggunakan log Anda bisa men-gererate Cabrillo file atau text file sehingga kalau menghendaki di-convert ke spreadsheet semisal Excel akan lebih mudah. Ada tulisan dari YB2ECG yang pernah tampil di BeON yang bisa dilirik silakan download di sini.
  3. Pergunakan kabel CAT (Computer Aided Transceiver) untuk mengendalikan transceiver dan logger; sehingga tidak perlu lagi mengetikkan frekuensi kerja secara manual di log window. Bisa beli di G4ZLP ataupun bikin sendiri. Pada website HamRadio Deluxe tersedia banyak rancangan kabel CAT silakan untuk dilihat, dirangkai dan dipergunakan.

Semoga trik sederhana ini bisa membantu di dalam mengikuti kontes amatir radio apapun.

 

Lawang Sewu Sprint IV : Q & A

Beberapa rekan amatir menanyakan beberapa hal menyangkut juklak/contest rule yang mungkin dirasakan ‘baru’ dan kami selaku panitia sangat menghargai  bukti ada apresiasi dan kepedulian terhadap kontes Lawang Sewu Sprint yang ke-4 kali ini.

Beberapa pertanyaan yang mungkin bisa dirangkum antara lain :

  • Aturan berpindah frekuensi atau QSY

Stasiun yang mengawali pemanggilan umum (CQ CQ) HANYA diijinkan mencatat/logged satu Stasiun pada satu frekuensi. Stasiun ybs harus berpindah/QSY (up/down) ke frekuensi yang lain minimal 2,5KHz sebelum diperbolehkan memanggil Stasiun lain atau melakukan pemanggilan umum (CQ).

Frekuensi yang ditinggalkan boleh dipergunakan oleh Stasiun lawan yang terakhir dicatat/di-logged.

Aturan ini mengandung arti bahwa :

  • Setelah CQ dan mencatat/log stasiun lawan, stasiun yang melakukan panggilan terbuka (CQ) harus segera berpindah ke lain frekuensi.
  • Frekuensi yang ditinggalkan dapat dipergunakan untuk memanggil stasiun yang terakhir dicatat, dan stasiun ini juga harus bergeser setelah mencatat/log station lawan.
  • Dengan pergeseran ini satu statiun akan bergerak dan mencari station yang lain up/down pada band yang sama atau  berpindah band (80/40) untuk melakukan CQ atau S/P (check-in).
  • Pindah frekuensi dapat pula diartikan pindah band (80/40m).
  • Satu station boleh mencatat/log stasiun yang berbeda pada frekuensi yang sama  dan (pada waktu yang berbeda) sebagai konsekuensi berpindah frekuensi.
  • Tidak ada batasan pada frekuensi yang sama dapat dicatat lebih dari satu station yang berbeda, sepanjang aturan bergeser frekuensi ini dipatuhi.
  • QSO sebanyak-banyaknya merupakan faktor penting perolehan nilai/final score.
  • Duplikasi
  • Pengertian duplikasi adalah  satu stasiun yang sama dicatat/logged pada band frekuensi yang sama.
  • Kontes ini menganut everybody works everybody; artinya setiap station dapat mencatat seluruh station lawan dan karena menggunakan dua band frekuensi yang berbeda (80/40m) maka dimungkinkan maksimal hanya dua kali satu station mencatat/log satu station yang sama (pada band 80m atau 40m); kontak yang ketiga dapat dikategorikan sebagai duplikasi.
  • Setiap duplikasi yang tercantum di dalam logsheet dan diberi nilai dikenakan penalty pengurangan sebesar 5% dari total score : duplikasi dapat dicatat pada logsheet sepanjang kontak duplikasi tersebut tidak dihitung/diberi nilai.

Demikian sekedar rangkuman beberapa pertanyaan yang masuk ke panitia. Barangkali mungkin ada pertanyaan lain silakan layangkan email ke ketua panitia (yb2ecg@gmail.com).